KEGIATAN KB QUROTA 'AYUN KARANGLLEWASKIDUL KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Kamis, 02 Mei 2013
PELATIHAN ICT MAJELIS DIKDASMEN CABANG KARANGLEWAS
PELATIHAN ICT TK ABA dan PAUD AISYIYAH KARANGLEWAS
SELASA, 30 APRIL 2013
Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pendidiknya. Majelis Dikdasmen Aisyiyah Karanglewas berupaya meningkatkan kualitas pendidik TK ABA dan PAUD Aisyyah Karanglewas dengan cara mengadakan pelatihan. Salah satu pelatihan yang diadakan Majelis Dikdasmen Karanglewas adalah Pelatihan ICT. Dengan pelatihan ICT pada rekan guru TK ABA dan Paud Aisyiyah Karanglewas ini, diharapkan mereka dapat memanfaatkan kelebihan tehnologi dalam persiapan maupun dalam proses pembelajaran. Tujuan lebih lanjut adalah Guru TK ABA dan PAUD Aisyiyah kedepannya lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Namun demikian untuk menjadi guru kreatif dan inovatif tidak hanya dengan ICT, bahan-bahan limbah yang bermanfaat dapat digunakan atau dibuat sebagai bahan media pembelajaran yang tidak kalah menarik.
Dra. Titin Rini S,M.Pd. Sekretaris Majelis
Manfaat MS Word dalam adminstrasi KBM dan administrasi sekolah
jalannya pelatihan ICT TK ABA dan PAUD Karanglewas

Pak Badri,S.Pd., berkenan memotivasi
teman-teman guru TK ABA dan PAUD Aisyiyah Karanglewas
Contoh media dari bahan limbah yang ada di TK ABA Karanglewas Kidul
BBurung dari bahan limbah kurlit bawang putih...sangat kreatif
BBurung dari bahan limbah kurlit bawang putih...sangat kreatifMedia lain yang juga kreatif
Author:
Saptari Dharma Wijayanti
Kamis, 25 April 2013
Guru TK
http://www.paudni.kemdikbud.go.id/tahun-2020-semua-guru-tk-ditargetkan-berpendidikan-s1/
Tahun 2020, Semua Guru TK Ditargetkan Berpendidikan S 1I
JAKARTA. Tahun 2020, ditargetkan semua guru taman kanak-kanak (TK) berpendidikan sarjana. Diperlukan langkah besar pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak pada pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Saat ini, guru paud formal atau TK berjumlah 267.576 orang. Akan tetapi yang baru berpendidikan sarjana baru 54.888 orang. Jadi masih ada 212.688 guru yang belum sarjana,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog saat menghadiri pertemuan penyusunan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2014 dengan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Kamis (11/4).
Dirjen menyatakan, kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi perkembangan PAUD saat ini. Apalagi, sebagai bagian dari warga Asia Pasifik, Indonesia memiliki target bersama untuk menjadikan seluruh guru TK berpendidikan sarjana pada tahun 2020. Peningkatan kualitas guru ini niscaya akan meningkatkan pula kualitas PAUD.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi oleh Ditjen PAUDNI adalah masih ada 30.124 desa yang belum memiliki PAUD. Hal ini menghambat peningkatan angka partisipasi kasar (APK) PAUD yang saat ini masih berkisar 34 persen pada usia 0-6 tahun, dan 63,60 persen pada usia 3-6 tahun. Artinya, Ditjen PAUDNI masih harus mengejar target APK PAUD sebesar 75 persen pada tahun 2015.
Untuk itu, Dirjen yang juga akrab dipanggil Reni Akbar-Hawadi ini berharap, pemerintah daerah dapat turut serta memberikan kepedulian yang besar terhadap PAUD. Sampai saat ini ia menilai, masih banyak daerah yang belum menyediakan anggaran yang cukup untuk membangun PAUD di daerahnya.
Harapan ini terkait dengan minimnya anggaran PAUD dari APBN, dibandingkan dengan kebutuhan. Untuk mencapai target PAUD, dibutuhkan dana sebesar Rp17 triliun. Akan tetapi, tahun ini anggaran Ditjen PAUDNI hanya sejumlah Rp2,4 triliun. Tentunya, anggaran itu tidak hanya diperuntukkan bagi PAUD, tapi masih harus dibagi untuk pendidikan nonformal dan informal.
Oleh karena itulah Dirjen PAUDNI tak henti-hentinya menyuarakan penerbitan peraturan daerah (perda) PAUD kepada pemerintah daerah. Dengan itu, maka akan terjadi sinergi antara APBN dengan APBD.
“Kami telah bersurat kepada walikota dan gubenur untuk membuat perda PAUD. Perda ini penting, karena banyak yang beranggapan Paud bukanlah prioritas, sehingga anggaran untuk PAUD di banyak daerah masih sedikit sekali,” kata Guru Besar Universitas Indonesia ini.
Selain itu, Dirjen juga meminta kepada Bappenas untuk mendorong pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan PAUD pada kegiatan musrengbangnas yang akan dilaksanakan 30 April mendatang
PAUDNI menanggulangi kemiskinan
Sementara itu, pada acara yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Bappenas Dra. Nina Sardjunani, MA menyatakan bahwa pada rapat kabinet terakhir Presiden mempertanyakan mengenai keberhasilan pendidikan dalam menanggulangi kemiskinan.
Menurut Nina, PAUDNI adalah jenis pendidikan yang langsung menjawab penanggulangan kemiskinan. Oleh karena itu PAUDNI harus mendapatkan perhatian yang serius.
“Dalam Ditjen PAUDNI, terdapat pendidikan keaksaraan dan kursus. Itu merupakan pendidikan yang directterkait dengan penanggulangan kemiskinan. PAUD juga pada ujung-ujungnya akan berdampak pada pengurangan kemiskinan,” kata Nina.
Pendidikan keaksaraan merupakan program untuk mengentaskan buta aksara.Penurunan buta aksara sangat penting karena aksara bukan sekedar rangkaian huruf atau abjad saja, tapi juga merupakan sarana yang menghantarkan cakrawala pengetahuan serta peradaban suatu bangsa.
Sementara pada bidang kursus dan pelatihan, Ditjen PAUDNI tetap memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup. Program ini merupakan upaya nyata untuk melatih masyarakat agar menguasai bidang-bidang keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja untuk berwirausaha. Warga miskin dan putus sekolah merupakan sasaran utama pada program ini. Oleh karena itulah, PKH merupakan salah satu aspek yang sangat strategis dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. (Dina Julita/HK)
Author:
Saptari Dharma Wijayanti
Info Paud
http://www.paud.kemdikbud.go.id/
Perluasan Layanan
PAUD Melalui Prinsip 5 K Sumber
: Subdit Program dan Evaluasi Dit. Pembinaan PAUD
|
Pembinaan TK dan PAUD disatukan pembinaanya dalam satu Direktorat
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 36 tahun
2010. Dengan demikian pembinan TK, Kelompok Bermain, dan Satuan PAUD
Sejenis (SPS) baik formal, nonformal, maupun informal dibawah naungan Dit.
Pembinaan PAUD. Hal tersebut diungkapkan Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman
Syamsuddin ketika menerima kunjungan majalah Community Magazine (commagz).
Hadir dalam pertemuan tersebut Kasubdit Program dan Evaluasi Dr. Sukiman,
M.Pd dan Kasi Evaluasi Program Sudadi, SE, M.Si. (Selasa, 26/3/2013).
Pada kesempatan tersebut Dr. Erman Syamsuddin menyampaikan bahwa program
jangka pendek dan jangka panjang dari Dit. Pembinaan PAUD adalah meningkatkan
perluasan akses dan mutu layanan PAUD. Perluasan akses adalah bagaimana
melihat ketersedian layanan PAUD sampai ke pelosok desa/kelurahan, sehingga
diharapkan setiap desa/kelurahan di wilayah Indonesia terdapat layanan PAUD,
dengan target capaian tahun 2015. Perluasaan layanan PAUD menggunakan prinsip
5 K meliputi :
Lebih lanjut Dr. Erman Syamsuddin mengatakan bahwa bentuk dukungan Dit.
Pembinaan PAUD terhadap lembaga PAUD yang diselenggarakan masyarakat dalam
bentuk pemberian bantuan APE dan dukungan penyelenggaraan program.
Selanjutnya Dr. Erman Syamsuddin mengungkapkan bahwa akses layanan
PAUD khusus di Jakarta luar biasa. Dimana setiap RW terdapat layanan
PAUD baik dalam bentuk Pos PAUD maupun Pos Yandu. Tantangan ke depan adalah
bagaimana meningkatkan mutu, baik dari segi sarana maupun pendidikan dan
tenaga kependidikan.
Ditambahkan Kasubdit Program dan Evaluasi Dr. Sukiman, M.Pd untuk memperluas
akses layanan program PAUD pada 12 Desember 2011 bertepatan dengan hari anak
nasional telah dicanangkan gerakan Paudisasi oleh Presiden Repuplik Indonesia
Susilo Bambang Yodhoyono. Paudisasi adalah merupakan upaya bersama menjadikan
PAUD sebagai gerakan nasional.
Rencana kedepan dari pengembangan layanan PAUD oleh Dit. Pembinaan PAUD
adalah pengembangan program PAUD terpadu yang bertujuan agar anak usia 0-6
tahun dapat terlayani secara integratif melalui berbagai program PAUD.
Harapan kedepan dari Dit. Pembinaan PAUD adalah semakin banyak anak usia dini
terbelajarkan dalam program PAUD. Dengan demikian akan berdampak
pada tingginya angka partisipasi kasar (APK) PAUD ungkap Dr. Erman
Syamsuddin mengakhir pembicaraan. (@dr1)
disalin dari http://www.paud.kemdikbud.go.id/
|
Author:
Saptari Dharma Wijayanti
Minggu, 21 April 2013
KEGIATAN MAJELIS TABLIGH PCA KARANGLEWAS
Bapak PCM Karanglewas Pembacaan ayat suci Al Quran, Surat Ali Imron : 134-138
Ibu Siti Soimah, S.Pd. Ketua PCA Karanglewas
Ibu-ibu Aisyiyah diharapkan selalu belajar agar kita menjadi pintar dan dapat mewujudkan keluarga yang sakinah,mawardah, dan warohmah, begitu salah satu pesannya
H.Subur Widadi,S.Pd. memberikan tauziahnya, dimulai dari sejarah Aisyiyah, pesan untuk warga Aisyiyah Cabang Karanglewas, serta The Nine Golden Habits, adapun resume tauziahnya sebagai berikut :
1. Tujuan Aisyiyah : tegaknya agama islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya
(Berat dan belum berhasil)
2. Menurut Drs. Sukriyanto, sukses Persyarikatan Muhammadiyah bergantung pada :
- SDM, terdiri dari Pimpinan, Pengurus, Kader dan Anggota (dengan catatan Pimpinan harus mempunyai nilai lebih dibanding pengurus, Pengurus harus mempunyai nilai lebih dibanding kader, dan kader harus mempunyai nilai lebih dibanding anggota, adapun kewajiban anggota adalah sebagai berikut : Taat menjalankan ajaran agama Islam, setia dan menjaga nama baik persyarikatan, memegang teguh aturan persyarikatan, membayar iuran persyarikatan, membayar infaq persyarikatan
- Taktik dan Strategi, Usaha persyarikatan ada paa Bab II pasal 3, yaitu : a. menyebarluaskan Agama islam dengan mempergiat dan menggembirakan dakwah. b. Mempergiat dan memperdalam kajian ajaran islam untuk mendapatkan kemurnian dan kebenaran, c. memperteguh iman mempergiat ibadah, meningkatkan jihad, mempertinggi akhlak, d Memajukan pembaharuan pendidikan dan kebudayaan
- Sarana prasarana untuk sukses persyarkatan sbb.: a. Administrasi sebagai arah untuk mencapai tujuan, b. Organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan, c. manajemen sebagai taktik mencapai tujuan, d. Human relation hubungan dengan semua pihak terkait, dan e. Akhlakul Karimah
- Agar akhlak baik :
- Tambah terus ilmu pengetahuan
- Banyak bergaul dengan orang yang berakhlak baik
- Giat berbuat baik di depan orang banyak
- Banyak membaca ibrah akhlakul karimah
- Biasakan berbuat baik dan biasakan cegah yang tidak baik
- The Nine Golden habits
- Shalat, fardhu awal waktu dan berjamaah, shalat tathawwu'
- Puasa sunnah, Bidl, senin Kamis, Puasa Daud
- Zkat, Infaq, dan Shadaqoh
- Adab islami dalam setiap kegiatan
- Tadarus Al Quran 1 Juz satu hari
- Mmembaca kaian Islam, 1 jam satu hari
- Mengaji minimal satu kali seminggu
- Berorganisasi dalam rangka Amar Ma'ruf nahi munkar
- Berpikir positif, terutama ketika mensikapi sesuatu
a. Shalat Berjamaah
b. Apabila Taziah, siap menyalati
c. Makan minum dibiasakan
duduk
d. Aqiqah
e. Shalat Rawatib
Hidupkan Korps Mubalighot
Peserta Pengajian yang meluap melebihi kapasitas tempat duduk
Author:
Saptari Dharma Wijayanti























